Season 1

by petasan korek Juni 17, 2021 0 Comments



Apakah cinta perlu hati yang lara untuk membuat tawa?
Sepertinya tidak.
Cinta seperti apa yang engkau mau di dalam diam mu itu?
Kau menggeleng malu tanpa kata kata syahdu.

Hey engkau sang putri malu
Maukah menjadi pacarku?
Hey engkau sang putri malu
Maukah menjadi teman hidupku?

Cinta memang datang begitu saja dari orang yang tak diduga duga.
Kemana saja engkau? Kenapa baru ada setelah aku terluka?

Aku bosan dengan kesendirian, aku butuh sandaran dan belaian.

Resah memuncak ditengah kehidupan
Seorang wanita hadir dalam kesenduan
Tanpa pencarian yang melelahkan
Untuk aku disaat sendirian

Beberapa bulan lalu gua deket sama seseorang yang sebenernya udah lama kenal, tapi cuma sebatas kenal muka dan sapa aja. Entah, kayaknya dulu gua pernah ada rasa sama dia, sempet gua ajak jalan juga pas mau main futsal. Tapi konyolnya, gak ada obrolan di pendekatan pertama sampai dia pulang.

Beberapa hari berlalu tanpa chat yang bisa memberi peluang, beberapa minggu hingga bulan berlalu tetap sama kayak gitu, cuma iseng love IG dan comment gak jelas aja.

Entah kenapa pendekatan gua berhasil pas gua chat nanya tentang kerjaan dia. Chat semakin panjang dan obrolan semakin hangat, gua beraniin buat iseng ngajak beli kura kura biar bisa jalan sama dia. Kebetulan dia suka pelihara binatang.

"Sabtu pulang jam berapa neng?" Tanya gua.

"Jam 1 an kayaknya dah, emang kenapa?" Jawab dia.

"Oh, gua jemput ya sekalian kita beli kura kura" Kata gua.

"Yaudah yuk jemput aja pulang kerja ya" Bales dia.

Keesokan harinya, gua bergegas jemput ke kantor dia yang lumayan deket dari rumah. Sampai disana ternyata dia belum pulang, gua tungguin kurang lebih 2 jam sampe jadi ager. Akhirnya yang ditunggu tunggu muncul juga, setelah 2 jam penantian dan beberapa obrolan aneh dengan motor tercinta. Dia muncul dengan senyum kecut nya, langsung gua bales senyuman termanis di seluruh dunia. Bla bla bla dia duduk di motor gua, sambil maen hape gak jelas tanda malu buat ngobrol.

Akhirnya jok belakang keisi, naikin sedikit spion yang kanan biar keliatan manis raut wajah nya. Dia nengok ke arah spion dan gua angkat alis dua kali dengan gaya yang sok kece. Tapi dia diem aja, begitu terus walaupun gua ajak ngobrol. Gua berenti di tempat makan dan berharap bisa ngobrol lebih banyak disitu, tapi dia makin sibuk main hape, ngeliat gua sinis dan gak ada obrolan sama sekali.

Sempet berfikiran buat ngajak dia pulang karena pendekatan gua kali ini gak asik, tapi gua coba lawan ego buat ngajak dia jalan lagi. Jalan jalan keliling jakarta gak jelas karena gak punya tujuan, akhirnya, sampe di toko hewan buat beliin kura kura. Tapi karena terlalu ramai,  gua milih buat nanti nanti aja beli nya.

Akhirnya, gua ajak dia ke XXI terdekat. Setibanya di XXI, gua pesen tiket horror, kebetulan dia suka film horror juga, tapi gak mau liat setan nya, ibarat berak tapi gak cebok. Sambil nunggu film mulai di sofa panjang dengan tembok sebagai sandaran, gua ngobrol banyak dan pandang pandangan gak jelas sama dia. Akhirnya, "teng teng tong teng, pintu teater 4 telah dibuka" terdengar merdu suara bel dan operator yang memecahkan obrolan hangat kita. Masuk ke teater sambil gandengan kaki dan duduk, kita nunggu sampai iklan selesai lalu film mulai.

Jantung mulai berdetak cepat degdegdeg. Tiba-tiba setan nya muncul, dia tutup mata nya pake kerudung pura pura takut biar gua peka buat meluk dia. Begitu terus sampe film nya abis, dan bener aja film tiba tiba abis tanpa tau ending nya kayak gimana, gua cuma bisa liatin dia yang lagi ketakutan. Setelah itu kita bergegas pulang karena udah malem.

Beberapa hari berlalu, kita makin sering ngabisin waktu berdua, bercanda layaknya 2 insan yang sedang jatuh cinta. Gua siap untuk menyatakan cinta!

"Aku sayang sama kamu, mau gak jadi pacar aku?" ungkap gua sepenuh hati.

"..............." jawab dia tanpa suara.

"kok diem? gamau ya?" tanya gua memastikan.

"..............." diam.

Ungkapan cinta sudah terlontar, permintaan sayang sudah terdengar, tinggal menunggu jawaban dari diam nya engkau yang sedang berbinar.

Seterusnya begitu, begitu terus, terus terusan begitu, seterusnya begitu terus. sehari gua nunggu, dua hari gua nunggu, tiga hari gua nunggu. Apa dia gak mau sama gua? Apa dia cuma ngasih harapan ke gua? asudahlah jangan terlalu banyak bertanya, lebih baik berdoa supaya berhasil.

Tentang waktu dan rasa. Apakah engkau ingin merasakan waktu atau mewaktukan rasa?
Semua tergantung jawaban mu.

Beberapa hari berlalu lagi, akhirnya dia bilang sayang juga sama gua, dan GUA SENENG BANGET. Jawaban nya dia kasih setelah gua berkorban (mungkin). Akhirnya kita pacaran, gua sama lu udah jadi KITA. Tanpa orang ketiga, keempat, kelima atau seterusnya. Hanya kita berdua, aku dan kamu.

Cintaku sedalam palung
Cintaku seluas samudera
Cintaku setinggi langit
Cintaku sebesar angkasa

diksi itu terlalu berlebihan.

Aku cinta sama kamu, dan aku bakal ngejagain kamu. Cukup itu yang perlu kamu tau.
Kita jaga ini sama sama, kita lewatin semuanya sama sama.

Sebuah diksi sederhana untuk seseorang yang paling mewah.

Sekarang hal indah saat naik motor bisa dilakuin. Gua bisa ngeliat dia terus-terusan di spion (gua tempel foto dia biar gak kangen), bisa pegang tangan dia pake tangan kiri gua (tangan kanan ngegas), dipeluk dari belakang sama dia (maunya sih dari depan biar ditilang), bisa cium tangan dia sambil bilang I Love You My Mine (leher gak sampe kalo nyium kaki), bisa pijitin betis dia pas lagi pegel (maunya sih pijit yang laen), dan kadang helm kita jedotan (kalo ada tanggul yang gak keliatan dan kalo ada emak emak puter balik dijalanan satu arah). 

Gak terasa hubungan kita udah lebih dari sebulan, tentunya dilewatin sama canda tawa dan rawa rawa, terkadang ego bikin kita ciuman adu mulut. Tapi, itu bukan penghalang buat misahin hubungan kita.

Tiba di puncak kekesalan kita berdua, saling menyalahkan satu sama lain dan terkadang menyalahkan diri sendiri untuk merendahkan diri. Kita berargumen layaknya pengendara yang ditabrak dari belakang, siapakah yang salah? yang menabrak dari belakang atau yang berhenti mendadak hingga tertabrak dari belakang? itu masih menjadi misteri.

Siapakah ego?
Kenapa ego selalu membuat rumit?
Ego, pergilah!

Mungkin mengalah adalah hal yang tepat untuk menjauhkan ego, kita bergantian mengalah supaya masalah tidak bertambah. Cerita gua sama dia bukan tentang masalah aja, kita punya banyak kenangan dalam waktu yang singkat.

Seperti hujan yang selalu meninggalkan jejak
Aku adalah kamu yang tidak terungkap
Seperti buih yang selalu menyejukan pasir di tengah terik
Kamu adalah aku yang tidak terungkap

Nikmati awal yang selalu indah, dan ingatlah awal ketika kita bermasalah.
=================================================================================================================================

0 comments: