Lalu?
Bahagia ku sederhana jangan terlalu kau pedulikan, aku akan bahagia ketika impian ku terwujud jadi pedulikan saja bahagia mu karena itu adalah impian ku.
Aku menyesal sudah membuat mu marah karena sifat ku. Bukan karena cemburu, aku hanya khawatir kondisi mu. Bukan karena ingin selalu bersama mu, aku hanya takut gak bisa menjaga mu. Aku bodoh, karena kekhawatiran dan ketakutan yang terlalu berlebihan hingga membuat mu lelah. Aku minta maaf.
Lalu, untuk apa aku disini? Membahagiakan mu saja aku tak mampu, hanya bisa membuat mu marah dan lelah. Aku tak lagi melihat senyum anggun mu ketika bersama ku. Padahal aku selalu ingin menjadi awan di pegunungan yang selalu engkau harap di pendakian, walau aku hanyalah pasir di tengah pepohonan.
Aku mulai tertegun seperti dilema yang enggan tertimbun. Mulai menyamun di hati yang bertuan, aku tau kau punya harapan lain yang selalu kau tunggu dalam benak mu, bukan aku tapi orang lain, dialah yg selalu kau rindu setiap bertamu.
Tujuan ku membuat mu bahagia sudah gagal, hanya bosan yang ku lihat di tatap mu. Lalu, untuk apa aku disini? Aku hanya mengganggu mu di penantian cinta yg selalu kau damba. Aku tak akan memaksa mu menoleh sedikit ke arah ku, tidak juga meminta ruang di hati mu. Aku hanya ingin membahagiakan mu, membuat mu senang dan melupakan kesedihan di penantian mu saat ini.
Aku tak akan pernah pergi karena hati yang lain atau karena jalan yang tak searah. Aku akan pergi ketika kau ingin dan ketika hati yang kau nanti sudah kembali, meninggalkan bahagia antara kau dengan nya dan membawa kenangan antara kau dengan ku. Ketika kesedihan mu datang kembali, aku siap berada disisi mu membawa kenangan untuk kembali aku ceritakan.


0 comments: